Suarakeadilan’s Weblog

November 22, 2007

nasehat politik

Filed under: Tidak terkategori — suarakeadilan @ 3:18 am

Hidayat Nur Wahid  (Ketua MPR RI)                                                                                                                   25 April 2007

Asrama Haji Surabaya

             “ketika sebuah keadilan mulai sirna dari bumi yang kita pijak ini,maka sudah kewajiban kita sebagai pemuda dengan segala bentuk idealisme-nya. Pemuda adalah harapan bagi bangsanya, apabila pemuda sudah tidak lagi mempunyai taring, sudah tidak lagi mengkritik,sudah berhenti berkarya, sudah mementingkan dirinya sendiri, sudah mengetahui nikmatnya uang maka tunggulah saat kehancuran bangsa itu. Mulai dari sekarang bangun jiwa militansimu tapi yang pasti bukan militansi yang bentuknya selalu tanpa arah. Kita sudah dibekali pendidikan seharusnya kita bersikap seperti layaknya orang-orang yang terdidik. Semua itu tak ada yang instant perlu sebuah perjuangan yang sangat panjang dan terencana secara rinci. Sebagai contoh kalau kita ingin menegakkan hokum butuh orang-orang yang berdedikasi tinggi dan idealisme yang kuat. Kita harus bertanya berapa orang yang dikriterakan tadi sudah menduduki kendali dalam pemerintahan. Bagaiamana mau membrantas korupsi kalau hakimnya masih doyan yang namanya uang???. Jadi mulai sekarang kita planning siapa-siapa saja yang akan menduduki pemegang kendali tersebut,walau kita baru dapat merasakan hasilnya puluhan tahun yang akan datang dan kita juga harus bersaing dengan orang-orang yang bersebrangan dengan kita, karena dalam politik, sekali berbeda pandangan dengan yang lain maka yang tadinya kawan bisa berubah jadi lawan. Itulah politik yang sebenarnya seperti lubang yang hitam tapi itulah satu-satunya jalan utk menguasai semuanya.            Ketika saya didatangi oleh perwakilan BEM Se-Jakarta saat perayaan 8 tahun bangkitnya reformasi, mereka menuntut saya agar segera melaksanakan amanat angkatan 98 sebagai penggerak reformasi. Lalu saya tanyakan balik kepada mereka “apakah anda sebagai aktivis sudah melaksanakan kewajiban utamanya sebagai seorang penerus bangsa?” ternyata kebanyakan dari mereka masih berkutat dalam kuliahnya. Seharusnya kalau sudah 8 tahun minimal sudah lulus S2. lalu saya katakan pada mereka “Sekarang rakyat belum butuh suara-suara tajam mahasiswa tapi rakyat sekarang butuh keahlian otak dan tangan anda sekalian dibutuhkan untuk membantu membangun bangsa”, ayo kita bangun bersama indonesia, jangan hanya mengkirtik tanpa sebuah action. Kita harus ahli dalam bidang kita masing-masing. Sebaga contoh kita sudah dikadali berkali-kali oleh perusahaan-perusahaan asing. Jangan sampai kasus Freeport terulang lagi di Indonesia. Alangkah bodohnya kita ketika menandatangani perjanjian yang sangat merugikan bangsa Indonesia khususnya bangsa papua. Di dekat sana ada desa termiskin. (Ibarat ayam mati dilumbung padi).            Sekarang apa yang harus anda lakukan sebagai seorang mahasiswa?? Anda harus bisa menyelaraskan kehidupan sebgai seorang akademisi, aktivis, dan dakwah. Segala posisi yang anda dapatkan gunakanlah secara maksimal, semua butuh keseriusan di tempat yang anda duduki sekarang, nanti masalah takdir yang di tetapkan oleh allah. Yang harus menjdi pegangan adalah “tidak ada sebuah korelasi antara keaktifan kita dalam berorganisasi dan berdakwah dengan akdems kita. Perlu ada instrpeksi bila kita gagal menyelaraskan itu semua jangan saling menyalahkan yang akhirnya berujung pada konfrontasi. Nanti ada kejadian yang akan membalikkan hidup anda sebagai contoh saya bercita-cita sebgai seorang dokter karena pekerjaan itu selain menjanjikan juga banyak kebaikannya. Dan saya tidak habis pikir ketika lulus SMA saya harus ke madinah unutk melanjutkan studi. Padahal saya tidak pernah membayangkan untuk pergi kesana maklum saja saya orang ndeso tidak berpikiran jauh kesana. Tapi allah berkehendak beda saya harus terus melanjutkan studi sampai S3. tak tanggung-tanggung berapa banyak orang yang saya abaikan dalam berdakwah. Bahkan ketika saya menolak untuk mengambil beasiswa S3 saya karena alasan ingin segera berdakwah. Mentri agama meminta saya untuk tetap melanjutkn studi saya bahkan dia menyindir saya “sudah cukupkah ilmu anda untuk berdakwah di negeri yang sudah carut marut ini. Di saat kuliah saya juga aktif dalam keorgansasian. Saya pernah menjadi ketua persatuan mahasiswa di Arab Saudi. Tentu saja jabatan itu tidak saya dapatkan secara sekejap, saya harus merintis dari bawah dulu. Intinya dari semua hal itu kita harus mampu membagi waktu kita secara efektif dan lakukan yang terbaik ketika anda berada dalam fase itu.”BRS     “jangan tanyakan apakah yang telah diberikan Negara kepadamu,, tapi tanyakanlah pada hati kecilmu, apakah yang telah engkau berikan kepada negaramu”John Fitzergald Kennedy (JFK), Ours Hero!! 

  1. MULAI DARI YANG KECIL
  2. MULAI DARI SEKARANG
  3. MULAI DARI YANG MUDAH

 SESUNGGUHNYA ALLAH MEMCINTAI MAKHLUKNYA YANG BERSUNGGUH-SUNGGUH DALAM MEMENUHI KEWAJIBANYA 

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: