Suarakeadilan’s Weblog

November 22, 2007

Pesan hari ini

Filed under: Tidak terkategori — suarakeadilan @ 3:20 am

MUSLIM MEMANDANG REALITAS(Islah,no.50/tahun III,1995) 

            Bagaimana seorang muslim dalam memandang kondisi dunia modern saat ini???apakah ia memiliki pandangan khusus ataukah menelan mentah-mentah masalah global yang disajikan oleh orang-orang yang sebenarnya bersebrangan dengan prinsip-prinsip islam??bagaimana seorang muslim dalam menyikapi kehidupan modern ini???apakah ia menempatkan posis aktif sebagai peserta lapangan atau hanya bersikap sebagai pengamat yang berdiri diluar arena???Jika sebagai peserta darimana ia bertolak??dan jika sebagai pengamat dengan sudut pandang apa yang ia gunakan dalam menyikapi masalah??.

            Pertanyaan itu akan muncul setiap waktu,bahkan semakin hari pertanyaan itu bertambah kompleks dan kita harus bisa menjawabnya dengan tegas. Semakin hari dunia semakin terasa kecil, sekarang semua orang mudah mengakses informasi walaupun informasi itu datangnya berjuta-juta kilometer dari tempat kita berada. Semua itu karena kemajuan teknologi. Tapi walaupun sudah terasa dekat, pandangan dan sikap kita dalam menghadapi persoalan tidak pernah sama. Ini adalah realita. Ternyata realita ini sudah disinggung dalam alqur’an : ”Jikalau rabbmu menghendaki, tentu dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat. Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu…”(Qs.HUD: 118-119).            Sementara menghadapi perbedaan-perbedaan ini seharusnya memiliki persepsi khusus terhadap berbagai peristiwa dunia. Kaum muslimin adalah umat yag berbeda dibanding dengan umat manusia yang lain. Begitulah Allah yang maha besar menciptakan kedudukan mereka. Begitupula rasulullah melukiskan, bagaimana kaum muslimin semestinya bertindak. Tapi yang perlu kita pahami bahwa perbedaan dengan umat yang lain bukan asal beda. Perbedaan yang merupakan keunggulan bagi umat uslim tak akan berarti bila tidak kedudukan kita berada sama bahkan dibawah umat yang lain. Perbedaan itu sangatlah terlihat. Umat uslim dituntut berbeda dengan bangsa lain karena memiliki masya’ (titik Tolak), Mustawa dan Hadaf (tujuan) yang khas            Ayat-ayat dari segi masya:”Katakanlah, Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh rabbku kepada jalan yang lurus yaitu agama yang benar; agama ibrahim yang lurus dan ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik”(Qs. Al An’am: 161)            ”Katakanlah, hanya Allah saja yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya (menjalakan) Dienku, maka sembahlah olehmu (orag-orang musyrik) apa yang kamu kehendaki selain Dia” (Qs. Al Zumar: 14-15)            Dari segi mustawa atau tingkat kedudukan umat uslim:”Kamu Adalah ummat yang terbaik yan dilahirkan untuk anusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan beriman kepada Allah” (Qs. Al ’Imran: 110).            Dari segi hadaf ata tujuan umum: ”dan demikia (pula) kami telah menjadikan kamu (ummat Islam) umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (erbuatan) anusia dan agar rasul (muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu” (Qs. Al baqarah: 145).            Sudah ditegaskan berkali-kali bahwa umat islam adalah umat yang terbaik. Sehingga kita harus mempunyai pandangan dan persepsi khusus yang berdasarkan alqur’an dan al hadits sebagai pedoman dalam menghadapi. Kenapa kita harus memiliki perbedaan pandangan. Karena jelas sekali terlihat dari pedoman yang umat muslim pakai. ,Alqur’an yang isinya sebagai pedoman yang tidak dimiliki manusia lainnya.            Karena itu jikalau ada kaum muslimin, dalam memandang dan menyikapi peristiwa dari fenomena yang mengemuka, bertolak dari sudut pandang kebangsaan (nasionalisme) misalnya, seperti diasumsi sementara kalangan nasionalis yang menganggap nasionalisme sebagai titik tolak yang istiewa yang akan dapat membentuk sikap dan pandangan yang  berbeda dengan komunitas lainnya. Maa mereka akan mulai berjalan menyusuri jalan yang sesat selanjutnya mereka akan melalui lorong-lorong gelap untuk kemudian terperangkap ke dalam ebah kehinaan, tempat mereka dijerumuskan oleh orang-orang yang telah meyakinkan bahwa nasionalisme kebangsaa sebagai solusi terbaik.            Begitupula jikalau umat islam memaai ideologi buatan manusia sebagai solusi. Liberalisme, kapitalisme, komunisme, dan sosialisme. Akhirnya umat islam akan menganggap islam yang berasal dari tuhan, bukan merupakan solusi. Sehingga mereka berusaha menggantikan rasulullah sebagai pembawa risalah dengan karl marx, charles darwin, frederich engel dan orang yag menjadikan materi sebagai tuhannya. Maka dalam hati para pencipta ideologi itu berkata seperti apa yang telah dikatakan fir’aun sebelumya.            ”Fir’aun berkata, ’aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku anggap baik, dan aku tunjukkan kepadamu melainkan yang benar (Qs. Ghafir: 25).            Sekarang kita kembalikan kepada masing-masig dari kita… sebenarnya sudahkah kita bangga dengan identitas kita dengan segala konsekuensinya???. Sehingga bisa kita simpulkan bahwa sekurang-kurangnya ada 3 hal fenomena yang ada di hadaan mata kita dan harus segera disikapi:1)      kokohya kedudukan Barat dengan segala dominasinya akan terus merongrong dunia islam baik langsung maupun tidak langsung.2)      Dominasi global yahudi yang terselubung dan kasat mata untuk mencapai maksud dan tujuan mereka yaitu menguasai dunia dan menentang kedigdayaan Allah SWT. Apakah kita terus berdiam diri dipermainkan oleh mereka??3)      Kekalahan umat muslim hampir diseluruh sektor yang sangat mengancam kredibilitas umat. Dan selama umat islam dalam posisi kalah, maka bangsa lain akan memandang rendah umat isam sekaligus ajaran-ajaran yang dipegang umat islam.  SESUNGGUHNYA PERUBAHAN DAN KEJAYAAN ITU LEBIH DEKAT KEPADA JIWA-JIWA MUDA YANG MEMILIKI IDEALISME DAN KEBANGGAAN TERHADAP APA YANG DIJADIKANNYA SEBAGAI  IDENTITAS SEKALIGUS PEDOMAN.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: