Suarakeadilan’s Weblog

November 22, 2007

sekulerime is dead

Filed under: Tidak terkategori — suarakeadilan @ 3:14 am

 

30 Agustus 2007

Institute of Political Issues (IPI)

 

“Terjungkalnya Sekulerisme”

Menyikapi kemenangan telak AKP (partai keadilan dan pembangunan) di Turki

           

            Secularism telah menjadi pengukir sejarah di dunia perpolitikan. Sebuah paham yang memisahkan konsep pemerintahan dengan konsep keagamaan telah menjadi trendsetter tersendiri di dunia pemerintahan khususnya pada abad ke 20. hampir semua Negara menganut paham yang sudah berdiri sejak berabad-abad yang lalu. Sehingga para pemimpin bangsa-bangsa merasa sukses bila telah memurnikan pemerintahannya dari unsur-unsur keagamaan. Mengapa, kapan, dan bagaimana paham ini bisa muncul. Apakah muncul dengan sendirinya???.

Hal ini bermula dari negara-negara yang selama ini menjadi pendukung fanatik sekulerisme yaitu negara-negara Eropa. Bermula dari sikap gereja yang bertindak otoriter,bahkan cenderung diktator dalam mencampuri urusan kenegaraan atau urusan sipil. Sikap para paus (pemimpin tertinggi gereja di Eropa) – disini kita bahas agama kristen karena memiliki akar sejarah yang kuat dan sebagai agama paling berpengaruh di dunia – merasa dirinya bak tuhan yang mampu menyelesaikan segala permasalahannya dengan caranya sendiri. Hampir di setiap negara Eropa, walaupun mereka punya raja, namun yang punya pengaruh dan sebagai decision makernya adalah pemimpin agama. Hal ini terlihat di kekuasaan Romawi (Negara eropa selatan), Byzantium Ortodhox (eropa timur), daerah Normandia, Skandinavia bahkan Rusia, penguasa keagamaan sebagai orang-orang suci yang kata-katanya harus dituruti. Sekarangpun masih terlihat di negara-negara yang punya akar kekristenan yang kuat seperti di spanyol, italia, portugal, united kingdom, dll. Karena besarnya kekuasaan gereja, terkadang mereka menggunakanya untuk menekan rakyat ataupun menyingkirkan orang-orang yang mereka benci dengan menggunakan retorika-retorika agama yang menjadi senjata yang sangat ampuh membungkam lawan-lawannya. Salah satunya adalah surat pengampunan dosa yang di terbitkan untuk orang-orang kaya yang tidak mau ikut berperang. Kemana larinya uang-uang itu..yang jelas ke kantong para pemimpin agama mereka. Sehingga pada waktu itu menimbulkan kecemburuan sosial            Rumah-rumah para pemimpin gereja sangatlah mewah,terkesan sekali adanya ketidakpedulian terhadap umat yang waktu itu sedang dilanda kemiskinan. Namun tidak ada yang berani protes, mereka semua takut di cap sebagai pemberontak atau kaum kafir oleh gereja. Sampai seorang pemuda yang merelakan jiwanya untuk mengatakan kebenaran. Ia adalah marthin luther. Di bawah ancaman pembunuhan oleh gereja bahkan gereja mengeluarkan pernyataan bahwa darahnya halal untuk di tumpahkan,tapi dia tetap mengajak masyarakat untuk melawan keabsolutan gereja dengan menyebarkan pikiranya. Perlahan namun pasti ia memiliki banyak pengikut yang setuju dengan pemikirannya bermula dari raja-raja yang menguasai kekuasaan kecil yang membenci pemerintahan pusat yang notabene adalah pendukung dari kalangan gereja. Dia menjadikan basis kota jenewa sebagai romanya orang protestan. Protestan sendiri bermakna orang-orang yang protes. Namun keterbukaan dan tidak ada aturan tegas yang mengikat ajaran lutheran atau protestan menyebabkan kekuatan dogma atau doktrinasi agama tidak berjalan. Pada ajaran lutheran sendiri, para penganutnya diberi banyak kebebasan dalam mengartikan maksud dari kitab injil. Sehingga mereka memang mengaku beragama protestan tapi tidak menjalakannya secara penuh. Jangan heran kalau negara-negara yang menjadi barisan terdepan dalam membela sekulerisme adalah negara yang bermadzhab lutheran seperti inggris, AS, perancis, dan jerman. Di negara itu benar-benar tidak mnghendaki kaum rohaniwan untuk masuk ke lingkaran pemerintahan. Karena mereka berkeyakinan bahwa antara agama dan urusan pemerintahan tidak akan bisa berjalan bersamaan. Tapi mereka mengizinkan rakyatnya untuk beribadah sesuai agamanya. Namun jangan coba-coba memasukkan retorika-retorika agama dalam pemerintahan atau bidang kehidupan yang lain. Masalah agama hanya menjadi urusan pribadi.             Kalau diteliti lebih jauh, sebenarnya sekulerisme berlaku untuk seluruh agama dan negara. Sudah menjadi bagian tersendiri dalam kehidupan berpolitik suatu bangsa. Sampai saat ini tak ada satu negarapun di dunia ini yang tidak menganut paham sekuler. Walaupun banyak negara yang memakai simbol keagamaan dalam pendirian negara itu, tapi kenyataanya semua itu hanya untuk menarik simpati rakyat saja. Sedangkan perundang-undangannya masih berdasarkan prinsip sekuler. Yaitu perundangan yang berdasarkan pemikiran para politisi. Ketika para pemuka agama mencoba berkecimpung di dalam perumusannya, pasti akan di halangi karena dianggap akan mengacaukan sistem tatanan sosial. Sebagai contoh adalah pemisahan vatikan dengan italia berarti pemisahan antara agama dan kehidupan pemerintahan yang punya pengaruh di kehidupan sosial berbangsa. Lalu di inggris yang memisahkan kaum anglikan yang diwakili oleh ratu inggris sebagai kepala negara saja yang tidak ikut mengatur pemerintahan. Sedangkan di india, pemuka agama hindu hanya sebagai penghias. Lalu pengekangan kaum budhist di tibet oleh pemerintahan komunis china. Begitu juga yang terjadi di turki sebagai bentuk pengekangan kehidupan beragama oleh kaum militer yang berkuasa di negeri itu sejak pertama kali republik itu berdiri. Pada intinya baik kaum komunis atau kaum liberalis sangat membenci adanya peyatuan kehidupan beragama didalam masyarakat.            Sesuatu yang mengguncang dunia telah terjadi. Sebuah kesadaran untuk kembali menuju kepada keagungan moral bukan keagungan yang bersifat matrealistis menguasai daerah-daerah dunia. Manusia di dunia mulai menyadari keberadaan tuhan sebagai penguasa alam semesta yang begitu kompleks ini. Kehidupan beragama mulai menggeliat. Sebagai dimulai dengan runtuhnya komunisme yang berbasis atheisme di seluruh dunia, lalu contoh kemenangan angela merkel (kanselir jerman pemimpin partai berhaluan kanan. Lalu ada juga gordon brown perdana menteri inggris yang juga berasal dari kaum demokrat yang berhaluan kanan. Kemenangan partai berhaluan kanan garis keras (hard liners) di india yang sangat ingin menerapkan tradisi hindu di pemerintahaanya. Bahkan kesukseskan orang-orang islam dalam berbagai pergerakan yang memperjuangkan eksistensinya. Dimulai dari terjadinya revolusi Iran yang dipimpin seorang yang sangat kharismatik (ayatollah ali khomeini) yang menjadi inspirator berbagai pergerakan islam di seluruh dunia. Disusul kemenangan partai persaudaraan islam (ikhwanul muslimin) namun di anulir oleh pemerintahan sekulerist mesir. Lalu FIS (Front Islamique de Salute/ islamic salvation front/front pernyelamat islam) yang juga di anulir oleh rezim militer yang sekuler memakai cara kekerasan dengan menjadikan tahanan politik bagi para pendukungnya yang rata-rata para pemuda. Belum lagi kisahnya Necmettin Erbakan, perdana menteri pertama turki yang berasal dari golongan islam harus di cabut hak berpolitiknya karena rongrongan kaum militer yang tidak rela dipimpin oleh orang agamis. Padahal partainya (Refah Party/Partai kesejahteraan) mempecundangi partai-paratai yang fanatik dengan sekuler (didukung militer) pada pemilu yang bersih di tahun 1997. Ada pula HAMAS (Harokah al Muqowwamah Al Islamiyah) yang harus dikucilkan dari dunia internasional hanya gara-gara partai ini berplatform islam. Kemenangan mutlaknya di tahun 2004 atas partai Fattah (”partai kemenangan” yang beraliran nasionalis dan berasal dari fraksi PLO (Palestinian Liberation Organisation) pimpinan yasser arafat seorang pemimpin kharismatik palestina) terbuang percuma. Padahal banyak analis menilai, pemilu yang di menangkan HAMAS adalah yang paling demokratis sepanjang sejarah palestina. Maklum saja, pemilu sebelumnya praktis jadi milik Fattah / PLO. Karena fraksi perjuangan islam seperti jihad islami dan HAMAS memilih memboikot. Alhasil dari semua kemenangan politik fraksi agama akan hancur lebur karena banyaknya konspirasi yang membayangi di belakangnya. Mereka semua bernasib sama, kalau tidak partainya dikudeta dan dibubarkan, paling-paling para pemimpinya jadi tahanan politik dan para pendukungnya di kejar-kejar hingga tidak ketahuan rimbanya.             Dari berbagai runtutan sejarah, ternyata belum ada satu partaipun yang berplatform agama berhasil menjalankan pemerintahan dengan lancar tanpa adanya intervensi yang menggunakan cara-cara yang mengatasnamakan demokrasi namun mengijak-injak demokrasi.            Perlu disinggung lagi mengapa penulis memberikan judul terjungkalnya sekulerisme. Berhubung tanda-tanda bahwa pemerintahan sekulerist yang berasal dari pemikiran manusia akan kalah dengan pemerintahan yang berdasar pada prinsip-prinsip agama. Disini penulis bertindak seadil mungkin, tidak memberatkan pada satu agama atau satu daerah. Namun kebetulan saja yang lebih banyak mencuat adalah kasus yang melibatkan perjuangan dari pergerakan agama islam. Kalau didalami lagi ternyata agama ini yang paling teratur dalam sistem doktrinasi keagamaan,sehingga terkadang menimbulkan fanatisme serta kekompleksan para penganutnya. Tapi bukan berarti agama lain tidak. Justru kita akan semakin diingatkan dengan kemajuan peradaban romawi dan byzantium pada masa jayanya karena para pausnya juga ikut membantu untuk memecahkan berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat. Pada waktu itu terlihat bagaimana harmonisnya para pemimpin rakyat dan para pemimpin ruhani. Mereka saling menghargai, menghormati, membantu dll. Ketika para raja menghadapi masalah maka ia akan berlari ke gereja untuk meminta saran dan meminta bantuan ke rakyatnya lewat para pemimpin-pemimpin gereja. Begitu pula para pemimpin gereja akan meminta bantuan para raja untuk mengajak rakyatnya dalam menjalankan kehidupan rohaninya. Semua terlihat begitu harmonis, pemandangan yng selama ini hilang dari pandangan masyarakat dunia. Kehidupan sekuler telah mengahancurkan tatanan kehidupan sosial masyarakat dunia. Begitu juga kaum budhist dengan para biksunya yang sangat khrismatis di mata rakyatnya mampu membuat rakyatnya merasa aman dan tenteram . hal itu terjadi sebelum kaum komunis menguasai cina daratan. ”agama adalah candu” itulah hal yang paling sering mereka teriakkan selama ini. Semua simbol kegamaan di babat habis. Bahkan agama yang sudah sangat mengakar pada masyarakat cina yaitu budha, khonghucu dan taoisme. Mereka di hancur leburkan sampai anak cucu mereka tidak tahu apa agama leluhurnya. Semua agama akan membawa ketentraman bila dijalankan secara seimbang, harmonis dan konsekuen.            Sebuah torehan sejarah terjadi di dunia perpolitikan. Di sebuah negara yang amat sangat fanatik terhadap sekulerisme melebihi negara lain di dunia. Tepatnya tanggal 28 agustus menjadi bersejarah manakala Abdullah Gul menjadi presiden Turki yang berasal dari kaum agamis. Berkali-kali pencalonanya sebagai presiden selalu di tentang, baik oleh kaum sekuler bahkan kaum militer yang sudah terlampau jauh mencampuri urusan politik. Dengan dalil bahwa sekuler sedang terancam, mereka menentang dengan keras. Bahkan hanya karena istri abdullah gul adalah seorang wanita alim berjilbab maka mereka menuduh keluarga Gul adalah seorag fundamentalis(kata-kata yang sering dijadikan senjata oleh kaum sekuler kepada kaum agamis). Bahkan ancaman bahwa akan terjadi kudeta militer bila golongan fundamentalis memimpin turki dengan dalih mengamankan amanat Attaturk (tokoh yang banyak di kagumi pemimpin dunia, karena dengan tangan besinya, ia berhasil mengubah turki yang bersistem khilafah islam menjadi sistm barat yang menurutnya lebih baik). Mustafha kemal Attaturk sebagai bapak modern turki berhasil mengubah wajah turki dalam waktu yang relatif singkat di masa kepemimpinannya. Bahkan dia mampu membentuk kader-kader yang sangat fanatik dalam membela pemikirannya. Sebuah pencapaian yang luar biasa. Bayangkan saja sistem politik monarki Khilafah Islam yang sudah berdiri berabad-abad lalu mampu ia tumbangkan dengan pergerakan nasionalis turkinya. Ketika itu ia masih sangat muda untuk memimpin turki. Tapi dengan cekatan ia mengahapus sistem kenegaraan berdasarkan monarki karena menurutnya sistem itu terlalu absolut. Ia menggantinya dengan sistem republik presidensiil yang selama ini di pakai barat. Karena menurutnya sitem itu lebih menjanjikan kesuksesan dalam bernegara. Ia juga menghapus semua hal yang menyangkut agama dalam semua kehidupan bermasyarakat di turki. Pakaian ciri khas arab dilarang. Pemakaian bahasa arab pun dilarang bahkan untuk adzan pun digunakan bahasa turki. Sekolah madrsah di bubarkan dan digantikan dengan sekolah sekuler yang sama sekali tidak menanamkan nilai-nilai agama. Masjid-masjid dan bentuk-bentuk pengajaran agama di sana sangat di awasi dengan dalih mencegah timbulnya kelompok-kelompok radikal garis keras. Kegiatan organisasi atau kepartaian berplatform keagamaan sangat dilarang. Ketika ada perkumpulan, maka para aktivisnya akan dikejar terus. Bahkan menurut beberapa peneliti, pada zaman Attaturk, ia cenderung totaiter, otoriter, bahkan diktator. Buktinya di masa pemerintahannya tidak ada pemilu dan hanya ada satu partai, tidak lain partainya sendiri. Keberhasilannya menciptakan jaringan kader-kader yang fanatik terhadap sekuler yang terus menancapkan pengaruhnya di Turki. Mulai sejak 1924, kepemimpinan di berbagai bidang di kuasai oleh orang-orang binaan langsung atau tidak lngsung dari Attaturk. Terutama dalam bidang militer sebagai barisan terdepan pembela sekulerisme attaturk.             Namun pertanda kehancuran dari paham sekulerisme itu sendiri sudah diramalkan banyak pihak. Terbukti dengan bangkitnya kesadaran beragama masyarakat turki itu sendiri. Dengan lebih terbukanya dan liberalnya pemerintahan di turki sehingga memunculkan berbagai kegiatan dan oraganisasi keagamaan. Sebenarnya pemerintahan turki sudah curiga dengan hal ini. Namun karena kelihaian dan kekompakan para pemuka agamanya serta meningkatnya posisi tawar dari kelompok agama itu sendiri. Membuat pemerintah masih belum khawatir. Namun sejak kemenangan partai kesejahteraan di pemilu 1997, membuat para kelompok pejuang sekulerisme menghantam semua kelompok yang diindikasikan sebagai perusak sekulerisme turki. Partai yang dipimpin oleh seorang professor yang merindukan kebenaran sebagai perwakilan golongan yang tertindas selama rezim sekulerisme memimpin turki. Kemenangan yang begitu dramatis dtengah pemilu yang sangat demokratis terpaksa harus tergusur dengan orang yang mengatasnamakan demokrasi namun menghancurkan demokrasi. Belum sampai selesai masa jabatannya, ia harus didepak dari kursi perdana menteri. Sudah jatuh tertimpa tangga pula, partai yang menjadi barisan terdepan dalam melawan sekulerisme harus rela mundur dari peta perpolitikan turki sebagai partai terlarang yang membahayakan kesatuan dan persatuan rakyat turki. Padahal tidak semua warga merasa terkekang dengan kepemimipinan partai refah. Namun sekali lagi, walaupun partai ini memenangi parlemen bahkan mengusai 2 kota penting di turki yaitu ankara dan istanbul, namun ia terpaksa harus melawan ratusan fraksi oposisi yang mengeroyoknya. Andakaikan ia mau, maka ia akan menggerakan kader dan simpatisannya di ankara (ibu kota negara) dan istanbul (kota di daratan eropa) untuk merebut kekuasaan, seperti ketika HAMAS merebut jalur gaza dari tangan FATTAH, tapi hal itu tdak ia lakukan demi mempertahankan persatuan bangsa. Ia rela dengan cara yang damai untuk mengundurkan diri. Alhasil meskipun partai ini dilarang dan banyak pemimpinnya dipenjara, mereka tetap memiliki kaderisasi yang baik. Pemuda-pemudanya bergerak di bawah tanah memanfaatkan jaringan masjid. Taktik yang di lakukan pula oleh simpatisan dari ahmadinejad. Karena dengan menjaring lapisan bawah maka kemenangan tinggal menunggu waktu. Basis lapisan bawah langsug adalah basis massa yang paling diincar dan paling prospektif dalam merebut pemerintahan. Akhirnya muncul partai jelmaan refah yaitu AKP/ partai keadilan dan pembangunan yang dipimpin oleh seorang yang sangat muda,kharismatik dan disegani. Ia seorang mantan gubernur istanbul yang benar-benar ingin mengembalikan moralitas yang selama ini di rusak dengan pemisahan antara agama dan kehidupan yang lain. Recep Tayyip Erdogan, sosok yang diterima semua kalangan yang pernah juga di penjara selama 9 bulan hanya karena membacakan puisi yang dinilai pemerintah sebagai bentuk penghancuran attaturkisme. ”wahai saudaraku.. jiwa-jiwa ini dalam lindunganNYA Sesungguhnya masjid-masjid ini adalah rumah kami dan markas kamiKubahnya adalah topi perang kamiMenara-menara yang menjulang tinggi adalah tombak-tombak kami Sebuah puisi yang merindukan kebebasan beragama. Padahal umat islam disana mencapai 98% tapi mengapa jilbab saja perlu dilarang. Hal itu mungkin terasa wajar bila terjadi di perancis, karena memang disana islam adalah minoritas (sekitar 5 juta muslim). Itulah yang menyebabkan para analis kagum dengan attaturk, sebagai seorang pemimpin yang mampu merombak semua akar budaya yang telah tertanam sejak ratusan tahun dalam waktu sekejap. Memang kebnyakan di negara-negara mayoritas muslim, orang-orang yang menentang masyarakatnya menjalankan kehidupan agaanya justru dari orang islam itu sendiri. Sementara di negara-negara minoritas muslim justru lebih moderat dalam menyikapi hal itu. Sekarang tinggal kita tunggu kiprah dari pemerintahan super sekuler turki yang sekarang dipimpin oleh seorang yang agamis. Apakah kebangkitan islam tinggal menunggu waktu atau kaum sayap kanan terpaksa harus gigit jari lagi degan di kudetanya pemerintahan mereka………            Sekarang kita menuju ke negara indonesia. Disini penulis akan bertindak seadil mungkin, tidak berpihak pada satu paham karena itulah prinsip utama dari kiprah media. Berusaha membuat sesuatu yang berimbang.              Kemerdekaan yang telah berjalan 62 tahun ini seharusnya banyak yang harus kita koreksi. Bandingkan dengan malaysia atau brunei darussalam yang berusia baru seumur jagung. Jangan terlampau jauh, dengan malaysia yang baru genap 50 tahun saja kita kalah apalagi dengan negara-negara maju di dunia. Sebenarnya apa yang salah dari sistem yan berlaku di indonesia. Menurut hemat penulis, semua hal yang telah di berlakukan di indonesia sebenarnya sangat ideal untuk tipe negara berkembang seperti kita ini.            Pancasila sebagai dasar dari negara indonesia telah menjadi sebuah senjata yang paling ampuh dalam menghadapi berbagai paham yang ada di dunia. Sebuah identitas yang tidak ternilai dari sebuah negara besar. Begitupula UUD 45 sebagai konstitusi awal yang disusun oleh putra-putra terbaik bangsa. Walaupun sudah 5 kali di amandemen, tetap saja pada intinya hanya perubahan redaksional yang harus mengikuti perkembangan jaman, sebuah pencapaian sejarah yang sngat apik yang dilakukan oleh pemimpin bangsa ini. Padahal di kala itu pendidikan masih terbelakang. Semua itu dicapai dengan semangat yang membara untuk membentuk negara sendiri yang bebas dari kekangan siapapun.             Tepat jam 10 pada tanggal 17 agustus di kala umat muslim menjalankan ibadah ramadhan menjadi sebuah berkah tersendiri bagi bangsa indonesia. Dengan sebuah kelantangan untuk membela kebenaran yang selama ini hilang dari bumi pertiwi. Soekarno, hatta, syahrir, natsir, achmad subardjo, dan para pahlawan lain akan selalu di kenang semua rakyat indonesia.            Ketika itu semua berjalan dengan ideal tanpa adanya sebuah pertentangan yang tajam diantara para pemimpin tersebut. Kita patut bersyukur, andai saja mereka hanya memntingkan kepentingan pribadi atau golongannya saja maka penulis yakin indonesia tidak akan berdiri dengan setegak ini. Sebagai contoh negara-negara di afrika, para pemipinnya terus berebut kekuasaan. Alhasil mereka tambah terpuruk dengan adanya hal itu.            Namanya konfik apabila dalam ilmu sosiologi sangat di butuhkan untuk membentuk sebuah komunitas yang solid. Di awal perjuangannya, pergerakan organisasi penentang penjajahan terbagi menjadi 2 kelompok. Perlawanan radikal bawah tanah yang biasa dilakukan pemuda komunis dan pemuda organisasi agama yang di wakil SI (Syarikat Islam). Sementara kaum moderat berasal dari kaum terpelajar jebolan luar negeri yang dimotori oleh budi utomo dll. Tapi pada intinya semua sama-sama tidak suka dengan penindasan yang dilakukan penjajah belanda. Untungnya pertantangan mereka masih dalam batasan normal sehingga tidak timbul perang saudara. Bahkan ketika ingin memproklamirkan kemerdekaannya, masih terjadi perdebatan yang sengit antara golongan tua dengan golongan muda yang berujung pada peristiwa yang dikenal sebagai peristiwa rengasdengklok. Alhasil dicapai kesepakatan untuk  merdeka pada tanggal 17 agustus dengan pertimbangan yang bisa diterima oleh semua pihak.            Sebelum indonesia merdeka, dibentuk sebuah panitia kecil untuk membahas perangkat-perangkat yang dibutuhkan untuk membentuk sebuah negara seperti dasar negara atau ideologi negara, perundang-undangan dll. Dalam panitia yang beranggotakan 9 orang dari berbagai perwakilan ormas yang berpengaruh di indonesia untuk membahas dasar negara kita yang sekarang disebut pancasila.Bahtiar Rifai S.Siapa bilang Anak Jakarta Cuma bisa DugemKita juga bisa mikir yang laen termasuk kiamat

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: